Asuransi Incar Lembaga Pembiayaan Mikro

By December 3, 2012 Eksternal News, Keuangan

Pelaku asuransi menggarap serius asuransi mikro. Meski nilai preminya kecil, tetapi potensinyabesar serta bisa menjangkau tertanggung dalam jumlah besar. Allianz Life pemain lama asuransimikro ini menargetkan tahun ini bisa menjaring semakin banyak lembaga keuangan mikro untukmemasarkan produk mereka.Allianz Life berkecimpung di micro insurance sejak tahun 2006.

Hingga kini mereka sudahbekerjasama dengan 70 lembaga keuangan mikro, seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR),koperasi, serta perusahaan modal ventura.Vice President Director Allianz Life Indonesia, Handojo G Kusuma mengatakan kerjasamatersebut total tertanggung asuransi mikro sekitar 600.000 orang atau 25% dari total nasabahAllianz.

Manajemen menargetkan, nasabah asuransi mikro pada akhir tahun ini mencapai900.000. Asuransi mikro efektif menjangkau masyarakat kelas bawah.Edi Yoga Prasetyo, Head of Emerging Consumers Business Allianz Life, menjelaskan untukmengejar target itu, pihaknya bakal memperbanyak kerjasama dengan lembaga mikro. Hinggaakhir tahun, lembaga keuangan mikro yang bakal diajak bekerjasama harus mencapai 100 unit.AAJI Daily News 2Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya mengakui, kontribusi asuransi mikro lambat launterus terkerek. Akhir tahun 2011, sumbangsih asuransi mikro di Jiwasraya baru 4% dari totalpremi, tapi meningkat menjadi 10% per akhir Juni 2012. Akhir semester I lalu, total premiJiwasraya sebesar Rp 2,4 triliun. Pertumbuhan asuransi jenis ini per tahun kisaran 5%-10%.

Baca Juga  Berbagai Fakta Penting Seputar Asuransi Jiwa
Baca Juga  Kinerja Keuangan PT AJS Amanahjiwa Giri Atha

Hendrisman Rahim yang juga Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)menambahkan untuk memasarkan produk ini, Jiwasraya mengandalkan kerjasama dengankoperasi hingga BPR. Paling banyak di daerah Indonesia Timur seperti Kalimantan.AAJI menyakini pemain asuransi mikro bakal semakin ramai. Saat ini pemain asuransi mikromasih kurang dari 10 perusahaan. Ditambah lagi, pertumbuhan premi asuransi mikro juga pesat.AAJI mencatat, jalur distribusi direct marketing dan micro insurance mencapai Rp 9 triliun persemester pertama. Angka tersebut mengalahkan kontribusi telemarketing yang hanya sekitar Rp1 triliun.

Leave a Reply