Skip to main content
Eksternal NewsKeuangan

Asuransi Tradisional Mulai Naik Pamor

By December 3, 2012October 24th, 2018No Comments

Asuransi Tradisional Mulai Naik PamorPerusahaan asuransi jiwa ramai-ramai menggenjot produk asuransi tradisional di tengahmemudarnya kenerja produk asuransi berbalut investasi (unit linked) di pasar dalam negeri saatini. Division Head Wealth Management & Premier Banking Division PT OCBC NISP Tbk, Ka Jit,mengatakan pasar unit linked di dalam negeri sudah mulai jenuh menyusul stagnansi kinerjapasar modal dalam beberapa waktu terakhir. OCBC NISP akan menggejot pertumbuhan produkasuransi tradisional sehingga komposisinya menyeimbangi portofolio produk unit linked.

Saat ini 80% dari total bisnis bancassurance OCBC NISP hasil kerja sama dengan PT GreatEastern Life berupa unit linked, dan hanya 20% dari produk asuransi tradisional. Kedepanpihaknya akan mengarahkan komposisi diantara kedua jenis produk asuransi tersebut menjadi60:40 untuk unit linked dan tradisional.Direktur Keuangan AXA Mandiri Financial Services, Iwan Pasila menuturkan, saat ini kontribusipenjualan AXA Mandiri masih didominasi oleh produk unit link sebesar 80% sementara produkasuransi tradisonal hanya 20%. Meskipun dominasi produk asuransi unit link masih tinggi, saatini AXA Mandiri sudah mulai melakukan diversifikasi dengan memperbanyak penjualan produkasuransi tradisional dan penjualan melalui telemarketing. Kedepannya AXA Mandirimerencanakan untuk memperbesar komposisi produk tradisional menjadi 25% dan produk unitlink menjadi 75%.Kemarin AXA Mandiri meluncurkan produk Asuransi Mandiri Kesehatan Prima yang merupakanproduk asuransi tradisional.

Presiden Direktur AXA Mandiri Jon Sandham mengatakan jenisproduk tersebut memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakatberpenghasilan menengah di Indonesia yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan di dalamdan luar negeri. Bisnis Indonesia. 011112, hal m4AXA Mandiri Fokus di Produk TradisionalMeredupnya pamor unit link memaksa perusahaan asuransi jiwa banting stir. Salah satunya PTAXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) semakin menfokuskan pemasaran di produkasuransi murni atau tradisional. Melalui langkah ini perusahaan memperkirakan kontribusiasuransi tradisional akan naik dari 20% menjadi 25%.

Baca Juga  Indonesia Sharia Finance Award 2018

Sementara produk unit link berkurang dari80% menjadi 75%.Usaha banting stir ini terlihat dari strategi AXA Mandiri meluncurkan produk asuransi kesehatanbertajuk Asuransi Mandiri Kesehatan Prima (MKP) yang terdiri dari 4 jenis klaim, yaitu MPKAAJI Daily News 2Enchanced untuk perawatan rumah sakit diseluruh dunia, MKP Essensial memiliki jangkauanperlindungan sama dengan Enchanced tetapi preminya lebih terjangkau, MKP Economy denganmanfaat perawatan rumah sakit diseluruh dunia kecuali Amerika Serikat dan Hong Kong, sertaMKP Ebasic untuk pengobatan di rumah sakit di Indonesia. Harga premi produk ini mulai dari Rp3 juta – Rp 10 juta per tahun, dengan total manfaat yang bisa didapat oleh nasabah mencapai Rp20 miliar.Sekedar informasi, industri asuransi jiwa sedang menghadapi tantangan meredupnya pamor unitlink. Hingga semester I 2012, tercatat premi baru unit link hanya Rp 16,2 triliun, turun 65%dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan premi asuransi tradisional naik48,6% atau menjadi Rp 18,7 triliun. Kontan, 011112, hal 22Bisnis Broker Asuransi Makin SulitBroker menghadapi kendala persaingan dan perang tarifNasib pelaku bisnis pialang atau broker perasuransian semakin tidak menentu.

Pertumbuhankontribusi premi broker lebih rendah dibandingkan laju kenaikan premi total. Menurut NananGinanjar, Ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi Reasurasi Indonesia (Apparindo)mengakui, peranan para broker di industri perasuransian semakin berkurang karena belumbanyak perusahaan asuransi yang menggunakan jasa broker, terlebih perusahaan asuransi jiwa.Disamping itu ada kecenderungan perusahaan asuransi memandang broker sebagai kompetitorsehingga pertumbuhan pendapatan fee broker lebih rendah dibandingkan pertumbuhan premisecara nasional.Apparindo per September 2012 mencatat total premi broker sebesar Rp 7,2 triliun atau tumbuhsebesar 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun talu. Sementara pendapatan premiasuransi umum sepanjang semester I 2012 mencapai Rp 18,89 triliun atau tumbuh 13%dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan premi bruto asuransi jiwalebih besar lagi yaitu mencapai 16,7% atau Rp 49,65 triliun. Disisi lain, jumlah broker semakinbanyak.

Baca Juga  Jenis Jenis Wakaf Yang Perlu Dipahami

Tahun 2012 ini ada 5 pendatang baru, sehingga total broker yang menjadi anggotaApparindo sebanyak 160 perusahaan.Broker juga akan menghadapi persaingan sistem pemasaran. Belakangan banyak perusahaanasuransi memilih menggunakan jasa agen, dimana saat ini jumlah agen asuransi umummencapai 15.000 orang dan hingga akhir tahun akan ada penambahan 1.000 orang agenbersertifikasi. Sejumlah perusahaan asuransi umum juga mulai menerapkan sistem pemasaranbaru dengan menjalin kerjasama dengan perbankan atau bancassurance.Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan LembagaKeuangan (Bapepam – LK) menilai, terhambatnya bisnis para broker karena cenderungmenyasar pasar korporasi korporasi yang sudah menggunakan produk asuransi sejak lama..Menurut Isa, broker harus mulai memperbesar segmen ritel atau individual. Dengan demikiandiharapkan broker asuransi dapat juga memperluas jasa layanannya menjadi seperti financialplanner.

Leave a Reply