Skip to main content

Sebagaimana diketahui, polis asuransi jiwa unit link merupakan kombinasi antara produk asuransi jiwa dan investasi, yang juga dikenal sebagai Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI).
Tentunya, salah satu tujuan dari pemegang polis memiliki polis ini adalah untuk menikmati hasil investasi yang maksimal dalam waktu tertentu. Oleh karena itu untuk memaksimalkan hasil investasi pada produk unit link, kita harus mengetahui biaya-biaya apa saja yang dikenakan pada polis ini.
Berikut biaya-biaya yang biasanya dikenakan pada polis unit link :

1. Biaya Akuisisi/Biaya Pengelolaan Risiko/Biaya Awal

Biaya ini digunakan untuk operasional perusahaan dan pembayaran komisi agen dan besarnya berbeda-beda disetiap produk unit link dari masing-masing perusahaan asuransi jiwa. Biasanya biaya ini dikenakan selama 3 -5 tahun sesuai dengan pemberian komisi kepada agen.

Biaya ini dikenakan sebesar persentase tertentu dari premi/kontribusi dasar unit link, dimana pada prakteknya setiap premi/kontribusi regular ini merupakan kombinasi antara premi dasar regular dan premi top up regular. Biaya ini secara persentase cukup besar dan jumlahnya menurun atau tetap setiap tahun, sehingga perlu dicermati untuk komposisi antara premi dasar regular dan dan premi top up regular.
Sebaiknya untuk memaksimalnya investasi maka komposisi yang sesuai adalah premi top up regular lebih besar daripada premi/kontribusi dasar regular sehingga pengenaan biaya akuisisi tidak terlalu besar menggerus saldo investasi pemegang polis.

Contoh biaya akuisisi yang biasa diterapkan Perusahaan Asuransi Jiwa seperti pada diagram berikut :

Biaya Unit Link

Pada diagram di atas jelas terlihat bahwa biaya akuisisi di tahun pertama adalah 100% dari premi/kontribusi dasar regular. Jika seorang nasabah membayar premi/kontribusi Rp.1.000.000/bulan dengan komposisi 50% premi/kontribusi dasar dan 50% premi/kontribusi top up regular, maka setiap bulan akan dikenakan biaya akuisisi 100% dari Rp.500.000. Tentunya investasi di tahun pertama hanya mulai dari 50% dari total premi/kontribusi, itu pun belum dikenakan biaya akuisisi premi/kontibusi top up regular, biaya asuransi (Cost Of Insurance) dan biaya bulanan lainnya. Apalagi jika komposisi premi/kontribusi dasar regular lebih besar daripada  premi/kontribusi top up regular, hampir dapat dipastikan bahwa investasi akan mulai dari angka yang lebih rendah lagi sehingga akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk balik modal/break event point (BEP).

Baca Juga  5 Cara Agar Uang Tidak Habis Sia-Sia

2. Biaya Polis

Biaya ini digunakan untuk aktifitas pencetakan, penjilidan, pengemasan dan pengiriman polis. Selain itu juga ada biaya materai polis guna keabsahan polis secara hukum. Biaya polis biasanya berkisar antara Rp.25.000 sampai dengan Rp.100.000 tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan asuransi jiwa. Biaya ini dikenakan hanya sekali pada awal penerbitan polis saja.

3. Biaya Administrasi

Biaya ini digunakan untuk layanan operasional bulanan kepada Pemegang Polis, seperti notifikasi tagihan jatuh tempo atau penerimaan premi/kontribusi via pesan telepon seluler, layanan infomasi saldo investasi nasabah dan layanan lainnya. Besarnya berkisar antara Rp.10.000 – Rp.50.000/bulan.

4. Biaya Asuransi/Cost Of Insurance

Biaya ini adalah biaya yang telah diperhitungkan oleh bagian aktuaria perusahaan asuransi jiwa untuk menyediakan dana yang akan digunakan untuk membayaran manfaat asuransi jika terjadi risiko kepada Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan. Pada Asuransi syariah disebut dana Tabarru atau dana tolong menolong dengan akad hibah dari peserta asuransi.

Besarnya tergantung dari usia Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan(PYD) dan juga jumlah Manfaat Asuransi yang diinginkan oleh Pemegang Polis. Semakin tinggi usia Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan (PYD), begitu juga semakin besar Manfaat Asuransi yang diinginkan, maka semakin besar pula Biaya Asuransi yang harus dibayarkan. Dan tentunya hal ini akan berpengaruh pada hasil pengembangan investasi polis unit link di akhir masa asuransi.

5. Biaya Pengelolaan Investasi/Management Fee

Dalam kegiatan pengelolaan Investasi Pemegang Polis pada polis Unit Link, sebuah perusahaan asuransi jiwa bekerja sama dengan Bank Kustodi sebagai tempat penyimpanan dana investasi dan lembaga manajemen investasi (sekuritas) untuk pengelolaan dana investasi yang maksimal. Kerja sama pengelolaan investasi ini tentunya juga dikenakan biaya yang biasa disebut management fee yang besarnya sekitar 1%-5% per tahun dari dana kelolaan.

Baca Juga  Solusi Mengontrol Belanja Bulanan

6. Biaya Penarikan Dana/Withdrawal Fee

Biaya ini dikenakan jika hanya ada penarikan saja, yang besarnya berkisar antara 1% sampai 5% dari dana yang ditarik. Beberapa perusahaan asuransi jiwa ada yang mengenakan biaya ini sepanjang masa asuransi, namun ada pula yang dibatasi hanya beberapa tahun pertama saja. Biaya ini digunakan untuk biaya pencairan dana dari media investasi yang dipilih jika memang ada. Biasanya diterapkan agar dana kelolaan bisa berkembang untuk jangka waktu investasi yang lebih lama.

7. Biaya Pengalihan Dana/Switching Fee

Dalam penempatan dana investasi, biasanya Pemegang Polis diberikan alternatif pilihan penempatan dana investasi sesuai profil risiko Pemegang Polis. Pilihan penempatan dana ilustrasinya sebagaimana table berikut :

Biaya Unit Link

Pemegang Polis boleh memilih salah satu media investasi atau kombinasi dari beberapa pilihan penempatan dana investasi. Dalam berjalannya masa asuransi, Pemegang Polis diperkenankan untuk memindahkan sebagian/seluruh dana dari satu media ke media lainnya. Dalam proses pemindahan dana ini maka Pemegang Polis dikenakan biaya karena pembukaan media investasi baru. Beberapa perusahaan asuransi jiwa memberikan fasilitas bebas biaya pemindahan dana untuk  sejumlah pemindahan dana. Besarnya biaya berkisar antara Rp.10.000 sampai dengan Rp.50.000 per transaksi pemindahan dana.

Setelah mengetahui biaya-biaya yang dikenakan pada polis Unit Link, maka kita dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan produk yang tepat untuk dapat mencapai tujuan kita dalam memaksimalkan hasil investasi polis Unit Link tersebut.

Leave a Reply