Skip to main content

Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam dunia kerja. Bukan hanya dari beban pekerjaan itu sendiri, melainkan mengalami burnout juga menjadi tantangan yang patut diwaspadai.

Burnout merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kelelahan dalam berbagai bentuk sekaligus, baik itu fisik, mental, bahkan emosionalnya. Kelelahan seperti ini termasuk kondisi yang buruk dan bisa saja membuat seseorang mengalami perasaan yang sangat tidak nyaman sehingga berdampak pada menurunnya performa kerja secara signifikan.
Jika melihat dampaknya, jelas burnout sangat merugikan dan harus segera diatasi. Hal ini penting, agar kondisi tersebut tidak sampai mempengaruhi kinerja yang bersangkutan dalam waktu yang panjang.

Namun sayangnya, sebagian pekerja justru kerap tidak menyadari kondisi burnout yang mereka alami, sehingga hal ini bisa saja berlangsung cukup lama. Agar tidak mengalami burnout berkepanjangan, pekerja wajib simak ulasan berikut ini yang membahas mengenai tanda-tanda hingga cara mengatasi burnout.

Tanda-tanda burnout yang mudah dikenali

Ada banyak tanda yang menunjukkan jika seseorang sedang mengalami burnout, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Menurunnya semangat kerja

Pekerja yang mengalami burnout juga biasanya tidak akan bersemangat, bahkan kerap tidak fokus pada aktivitas yang sedang dijalankannya. Penderita akan lebih pasif dan tidak memiliki semangat untuk menyelesaikan berbagai tugasnya, termasuk tugas harian yang sudah menjadi rutinitas untuknya. Kondisi ini tentu akan buruk, apalagi jika yang bersangkutan bekerja dan terlibat langsung di dalam sebuah tim.

2. Banyak mengeluh

Mengeluh tentu sesuatu yang wajar, namun tetap harus dalam porsi yang juga tidak berlebihan. Ketika seorang pekerja sedang mengalami burnout, berbagai keluhan sangat mungkin dikeluarkan olehnya. Alih-alih bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, yang bersangkutan bisa saja lebih sibuk mengeluhkan berbagai tugasnya kepada Anda. Jika sudah begini, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu tentu akan menjadi hal yang jauh lebih sulit lagi, bukan?

Baca Juga  5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19

3. Terjadi penurunan produktivitas

Perubahan yang paling umum dirasakan oleh pekerja yang mengalami burnout adalah menurunnya produktivitas kerja. Hal seperti ini biasanya lebih mudah disadari oleh atasan atau bahkan rekan kerja seperti Anda.
Jika biasanya rekan kerja Anda selalu menyelesaikan tugas sesuai deadline, maka hal sebaliknya sangat mungkin terjadi ketika yang bersangkutan sedang mengalami burnout. Berbagai pekerjaan bisa saja berantakan dan kualitas kerja menurun dengan drastis.

Cara mengatasi burnout

Saat Anda menyadari rekan kerja sedang mengalami burnout, pastikan Anda melakukan langkah yang tepat untuk membantunya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, beberapa di antaranya seperti berikut:

1. Cobalah untuk “menggali” lebih dalam

Sebelum mengambil tindakan untuk mengatasi burnout, Anda tentu harus memahami dengan baik alasan di balik kondisi tersebut. Perubahan perilaku seseorang bisa saja dipengaruhi oleh banyak hal, terutama masalah pribadi yang bersangkutan. Anda perlu mencari tahu tentang alasan tersebut secara detail, namun tetap dengan etika yang tepat, sehingga yang bersangkutan tidak tersinggung. Tanyakan masalah tersebut di waktu yang tepat, Anda bisa mengajak rekan kerja Anda berbicara terbuka dan lebih santai tentang hal ini.

Baca Juga  Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kesehatan bagi Seorang Muslim

2. Cobalah membahas tentang keseimbangan

Burnout bisa saja disebabkan oleh banyak hal, namun urusan pekerjaan merupakan salah satu alasan utama dari kondisi ini. Pekerjaan yang padat dan tak ada habisnya, rasa bosan, kurangnya istirahat, stres dan berbagai hal lainnya terkait pekerjaan sangat mungkin menimbulkan burnout.

Saat rekan kerja Anda terjebak dalam rutinitas dan kondisi seperti ini, maka Anda bisa mencoba untuk membicarakan tentang keseimbangan kerja. Sampaikan bagaimana pentingnya untuk menghargai waktu, istirahat, me time, bahkan urusan kecil lainnya di luar pekerjaan. Membagi waktu dengan seimbang tentu akan sangat membantu, bahkan bisa membuat kualitas kehidupan seseorang menjadi jauh lebih meningkat.

3. Lakukan perubahan di dalam rutinitas

Untuk mengatasi burnout, perubahan menjadi salah satu langkah yang paling efektif. Keluar dari rutinitas dan masalah yang melelahkan merupakan cara cerdas untuk memulai perubahan.

Anda bisa mengajaknya untuk menyelesaikan atau saling bertukar tugas kecil, tanpa mengganggu tugas utama di kantor. Selain itu, sarankan juga rekan kerja Anda untuk bisa memulai hari dengan sesuatu yang menyenangkan, sehingga bisa memberinya semangat dan energi yang positif untuk menghadapi tantangan kerja sepanjang hari.

Kondisi burnout bisa dialami oleh siapa saja, terutama mereka yang memiliki rutinitas kerja yang padat. Akan tetapi, burnout ini bisa dihindari dengan mengontrol kerja dengan baik. Atur waktu dan porsi kerja sesuai dengan kesanggupan diri. Sempatkan diri untuk istirahat dengan cukup agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Leave a Reply