Skip to main content
Keuangan

Investasi Industri Asuransi Jiwa Meningkat 21,6% sampai Triwulan III 2012

By December 3, 2012October 23rd, 2018No Comments

JAKARTA, 28 November 2012 – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) hari inimemaparkan kinerja industri asuransi jiwa di kuartal ketiga tahun 2012 yang terus bertumbuhpositif. AAJI mencatat total pendapatan industri, yang terdiri dari 43 perusahaan asuransijiwa, sebesar Rp90,8 triliun atau tumbuh 23,6% jika dibandingkan dengan periode yang samatahun sebelumnya. Dari total pendapatan tersebut, pendapatan premi masih menjadipendorong utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar Rp75,1 triliun, mewakili 82,7%dari total pendapatan. Total pendapatan premi ini sendiri tercatat naik 12% dibandingkandengan tahun sebelumnya.Yang menarik dari kinerja kuartal ketiga 2012 ini adalah peningkatan signifikan investasiindustri asuransi jiwa nasional mencapai Rp219,6 triliun – naik 21,6% dari tahun sebelumnya.Yang tidak kalah menggembirakan, imbal hasil investasi (yield) perusahaan asuransi jiwajuga tumbuh secara signifikan mencapai Rp13,3 triliun meningkat 217% dibandingkan tahunsebelumnya. Hal ini seiiring dengan kinerja positif pasar modal Indonesia yang menjadi salahsatu pilihan investasi utama dari para investor lokal, regional dan global.

 

Pertumbuhan ini mendorong peningkatan signifikan atas jumlah aset industri menjadi Rp254,2 triliun atau naik sebesar 21,9% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya padaperiode yang sama.Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim mengatakan, “Melalui dana yang dikelola di pasarmodal maupun yang diinvestasikan ke berbagai instrumen di luar pasar modal di Indonesia,secara tidak langsung industri asuransi jiwa telah membantu mendorong pertumbuhanekonomi Indonesia, apalagi industri terus bertumbuh dengan baik dalam memenuhikebutuhan perlindungan asuransi jiwa masyarakat.”Hendrisman juga mengungkapkan jumlah premi produksi baru di kuartal ketiga tahun 2012tumbuh 9,3% menjadi Rp51,4 triliun, menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakatakan pentingnya memiliki asuransi jiwa.Dalam catatan AAJI, dari total premi produksi baru sebesar Rp.51,4 triliun, premi tradisionaltetap mempertahankan pertumbuhannya dengan menyumbang premi baru sebesar Rp27,6triliun, meningkat 24,8% dari sebelumnya Rp22,1 triliun pada periode yang sama tahun 2011.Sementara pertumbuhan premi baru unit link mencatat perlambatan -4%, yakni dari posisiRp24,7 triliun di kuartal ketiga 2011 menjadi Rp23,7 triliun di kuartal ketiga 2012. Walaupundemikian, unit link masih menyumbang lebih dari 50% dari keseluruhan total premi asuransijiwa di Indonesia. Selain itu, jika dilihat dari total pertumbuhan premi secara keseluruhan,premi produk unit link tumbuh cukup stabil di 6,2% menjadi Rp38,2 triliun di kuartal ketiga2012.Hendrisman menambahkan, “Masyarakat Indonesia memiliki semakin banyak pilihanterhadap produk asuransi baik tradisional maupun unit link. Hal ini positif bagi industri karenaakan semakin mendorong pertumbuhan bisnis ke depan. Selain itu, dengan membaiknyakinerja pasar modal Indonesia dibandingkan dengan tahun lalu, unit link akan kembalimenjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari kemudahan dalamproteksi yang terkait investasi jangka panjang”.Albertus Wiroyo, Ketua Bidang Keanggotaan dan Humas AAJI mengungkapkan, untuk totaltertanggung pada kuartal ketiga 2012 mengalami pertumbuhan sebesar 4,5 %, menjadi 58,2juta orang dari sebelumnya sebesar 55,7 juta orang. Dilihat secara terpisah, tertanggungperorangan dan kumpulan mengalami kenaikan, tertanggung perorangan mengalamikenaikan sebesar 22,4 % menjadi 10,2 juta orang dan tertanggung kumpulan jugamengalami kenaikan 1,4 %, yakni dari posisi 47,3 juta orang menjadi 48 juta orang.“Kenaikan jumlah orang yang terlindungi asuransi jiwa mengindikasikan meningkatnyakesadaran publik akan manfaat memiliki asuransi jiwa, serta bukti nyata komitmenperusahaan asuransi jiwa nasional dalam melaksanakan kewajibannya,” jelas Albertus.

Baca Juga  7 Tips Mendidik Keberhasilan Anak

 

Kenaikan jumlah tertanggung juga didukung oleh konsistennya pertumbuhan jalur distribusiindustri asuransi jiwa di Indonesia, jalur distribusi bancassurance memberikan kontribusisebanyak 40,2% dari total pendapatan premi atau sebanyak Rp30,2 triliun, naik 19% jikadibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jalur keagenan memberikan kontribusisebanyak 39,2 % dari total pendapatan premi atau sebanyak Rp29,4 triliun, naik 2,7% jikadibandingkan tahun sebelumnya.Komitmen industri asuransi jiwa dalam memberikan perlindunganSelain perolehan premi yang terus meningkat, Industri asuransi jiwa melalui perusahaanperusahaananggotanya terus melaksanakan kewajibannya untuk memberikan proteksi,terbukti dengan pembayaran klaim dan manfaat yang terus meningkat. Sepanjang kuartalketiga tahun 2012 ini total klaim yang dibayarkan asuransi jiwa nasional tercatat Rp44,1triliun atau meningkat 14 % dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011.”Komitmen industri asuransi jiwa yang berkelanjutan dalam membayarkan klaim di kuartalketiga 2012 merefleksikan komitmen perusahaan asuransi jiwa nasional dalam memberikanlayanan perlindungan yang terbaik bagi nasabah. Asuransi diciptakan untuk menggantikankemungkinan risiko keuangan yang dialami oleh nasabah saat musibah datang, oleh karenaitu, membayarkan klaim dan manfaat merupakan tanggung jawab yang menjadi prioritasutama bagi perusahaan asuransi jiwa” jelas Direktur Eksekutif AAJI Benny Waworuntu.Adapun klaim pada kuartal ketiga 2012 meliputi:1. Polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) berjumlah Rp6 triliun naik sebesar43,5 % dibandingkan dengan kuartal ketiga 2011 sejumlah Rp.4,1 triliun.2. Klaim meninggal dunia sebesar Rp2,8 triliun naik 9,2 % dibandingkan dengan kuartalketiga 2011 sejumlah Rp2,6 triliun3. Polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp30,8 triliun naik sebesar 10,7%dibandingkan dengan kuartal ketiga 2011 sejumlah Rp.27,8 triliun4. Klaim lain-lain termasuk kesehatan naik sebesar 9,5 % dari Rp4 triliun menjadi Rp4,4triliun.Meningkatnya peranan tenaga pemasaran dalam mendorong pertumbuhan industriMasalah utama dari industri asuransi jiwa saat ini adalah rendahnya penetrasi asuransi jiwadi Indonesia, di mana dari total penduduk sebanyak 240 juta jiwa hanya 24% (58 juta orang)sebagai tertanggung yang mendapat perlindungan polis asuransi jiwa, dan angka yang lebihkecil lagi, yaitu sekitar 4% (10 juta orang) tertanggung individual. Maka dari itu dibutuhkantenaga-tenaga pemasaran yang profesional, berdedikasi dan berlisensi untuk memberikanedukasi lebih lagi kepada publik mengenai pentingnya asuransi jiwa.

Baca Juga  Indonesia Insurance Award VI 2017

 

Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo mengatakan, “AAJI melaluianggota-anggotanya mempunyai komitmen untuk memberikan edukasi ke masyarakat akanpentingnya memiliki asuransi jiwa, karena kesadaran yang meningkat akan berbuahkesejahteraan masyarakat di jangka panjang dan penguatan industri dalam berkontribusiterhadap perekonomian di Indonesia”Nini juga menambahkan, jumlah agen berlisensi asuransi jiwa hingga kuartal ketiga di tahun2012 ada sebanyak 283 ribu orang. “Ada pertumbuhan 25,6% dari periode yang sama ditahun 2011 sebanyak 236 ribu orang. Ini indikator yang baik akan bertumbuhnya jumlahtenaga pemasaran yang bisa semakin efektif menjangkau lebih banyak masyarakat diseluruh pelosok Indonesia,” ujarnya.Menutup pemaparan kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia, Ketua Umum AAJI,Hendrisman Rahim menambahkan, “Melihat perkembangan asuransi jiwa yang cukup stabilsampai dengan kuartal ketiga ini, kendati pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal tiga inimelambat, kami bersyukur atas kinerja yang sangat baik dari perusahaan-perusahaanasuransi jiwa nasional serta meningkatnya kepercayaan masyarakat akan pentingnyaasuransi jiwa. Beberapa hal yang perlu komponen industri dalami bersama ke depannyaselain meningkatkan penetrasi asuransi jiwa, ada pada langkah-langkah penyelarasanoperasional seperti akan berlakunya International Financial Reporting Standard (IFRS) untuklaporan keuangan tahun 2012, efektif berlakunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagairegulator industri asuransi jiwa, serta pengembangan UU no 2 tahun 1992 tentang usahaperasuransian. AAJI siap mendukung dan bekerja sama untuk kebaikan industri serta terusoptimis industri asuransi jiwa akan terus memberikan kontribusi positif terhadapperkembangan ekonomi di Indonesia.”- selesai -Tentang Asosiasi Asuransi Jiwa IndonesiaAsosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau disingkat dengan AAJI adalah sebuah wadah danpenampungan serta penyalur aspirasi Perusahaan Asuransi Jiwa dan Reasuransi diIndonesia. Didirikan pada tahun 2002, saat ini AAJI beranggotakan 46 perusahaan asuransijiwa di Indonesia serta 4 perusahaan reasuransi.AAJI memiliki visi untuk menyatukan arah dan tujuan usaha asuransi jiwa dalam rangkapemberian perlindungan kepada masyarakat khususnya pemegang polis tertanggung, yangmerupakan perwujudan peran serta Industri Asuransi Jiwa dalam usaha meningkatkankesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply