Tipe-tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

By February 3, 2021 Keuangan
Mengelola Keuangan

Tipe kepribadian seseorang sebenarnya berbanding lurus dengan cara seseorang dalam mengelola uangnya. Masing-masing tipe kepribadian dalam banyak hal bisa mempengaruhi cara orang tersebut dalam mengelola uangnya.

Pakar keuangan Ray Linder, menemukan bahwa dari segi finansial setidaknya terdapat 16 profil kepribadian. Dari ke-16 profil kepribadian ini, diklasifikasikan lagi secara singkat menjadi 4 kelompok, yang masing-masing mencirikan tentang bagaimana cara orang tersebut dalam menyikapi serta mengatur finansialnya. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Tipe Planner (Perencana)

Kelompok kepribadian dengan tipe perencana dikenal sangat cermat. Karena kecermatannya inilah orang yang masuk dalam kelompok kepribadian bertipe perencana atau planner dianggap sangat pas dalam menjadi pengelola investasi jangka panjang.

Bukan hanya untuk orang lain, kelompok kepribadian bertipe planner juga mampu mengatur keuangan pribadinya sehingga kebutuhan di masa yang akan datang bisa tercukupi. Di sisi investasi, mereka juga sangat jeli dan disiplin dalam memantau perkembangan berkaitan dengan investasi jangka panjang yang sudah dijalankan.

Tapi diantara kelebihan tentu ada kekurangan. Para pemilik kepribadian tipikal planner kadang kurang handal untuk investasi jangka pendek, ini karena secara alamiah memang pemikiran mereka sepenuhnya diarahkan untuk mengawasi investasi jangka panjangnya.

Baca Juga  Selamat atas terpilihnya Dewan Komisaris OJK Periode 2017-2022

2. Tipe Players (Pemain)

Seperti nama karakternya, mereka yang punya tipe kepribadian finansial demikian memang cenderung bermain-main dengan uangnya. Ray Linder, sebagai pakar menggunakan istilah kompulsif. Dimana orang dengan tipe kepribadian finansial demikian ada kecenderungan untuk terus menghabiskan uang, konsumtif dengan rasa tidak peduli apakah keputusan finansialnya tersebut masuk pada kategori tindakan berisiko keuangan tinggi atau tidak.

3. Tipe Protector (Pelindung)

Disebut demikian karena tipe kepribadian yang satu ini memang sangat berhati-hati dan benar-benar melindungi uang yang dimilikinya. Kehidupannya cenderung tidak berada dalam jalur resiko keuangan, masalah masa depan sudah dipersiapkan dengan matang, umumnya dengan memanfaatkan atau menyiapkan dana pensiun dari pekerjaan.

Kepribadian ini sekilas kelihatan sangat sempurna, bahkan dari sisi kebiasaan berbelanja sekalipun, tipe kepribadian ini cenderung pasif walaupun dalam satu waktu muncul merek baru yang booming. Orang dengan karakteristik kepribadian protector tidak akan mau mencoba untuk membelanjakan uangnya untuk hal semacam itu.

Baca Juga  Pungutan OJK Lebih Murah dari Premi LPS

Sisi negatif dari karakter semacam ini adalah karena sangat “lurus” dalam menjalani hidup, ada kalanya sisi investasi tidak tersentuh, padahal bisa jadi menguntungkan secara finansial.

4. Tipe Pleaser (Penggembira)

Siapa yang pernah punya pengalaman berteman dengan orang yang sangat royal dalam membelanjakan uangnya. Sering mentraktir teman-temannya atau biasa dikenal dengan istilah sosialita? Bila dalam pergaulan kita bertemu orang yang semacam ini bisa jadi mereka adalah mereka yang bertipe pleaser atau penggembira.

Pakar keuangan menggolongkan tipe kepribadian ini menjadi dua tipe lagi. Pertama adalah mereka yang hobi membelanjakan uangnya sebagai bagian dari status sosial untuk orang lain. Kedua adalah mereka yang cenderung membelanjakan uangnya untuk diri sendiri.

Secara tipikal individu bertipe kepribadian semacam ini sama. Ada kecenderungan untuk membelanjakan uangnya sebagai satu kepuasan pribadi dengan tidak memperdulikan apakah hal semacam termasuk kategori berisiko atau tidak.

Masing-masing tipe kepribadian di atas tentu saja ada sisi positif maupun negatifnya. Pemilik kepribadian mesti memahami kelebihan dan kekurangan tersebut agar dapat mengelola keuangannya dengan baik.

Leave a Reply